Ada Apa Dibalik Rapat Komisi III dengan Mantan Penyidik KPK?


Subuh ini tiba-tiba jadi teringat acara tadi malam di TV One dimana ada dialog antara Nurdiman Munir Anggota Komisi III DPR dan salah satu pemerhati KPK. Dialog ini membahas adanyara Rapat Tertutup antara Komisi III DPR dengan mantan Penyidik KPK yang dibahasakan sebagai Curhat Mantan KPK terhadap jajaran Pimpinan KPK dimana adanya perlakuan yang tidak adil yang dirasakan oleh mantan Penyidik KPK.

 

Dari pembahasan tadi malam dapat digambarkan para anggota Komisi III DPR mengundang para mantan Penyidik KPK untuk melakukan Rapat Tertutup diantara mereka yang membicarakan kondisi dan nasib para Mantan Penyidik KPK tersebut setelah tidak lagi bekerja di KPK. Oleh Nurdiman dibahasakan rapat ini sebagai curhat dari mantan-mantan penyidik KPK atas perlakuan yang mereka terima selama bekerja di KPK.

 

Dan setelah mengikuti dialog tersebut, terasa banyak sekali hal-hal yang mungkin bisa dibilang lucu atau bisa juga dibilang aneh tapi nyata. Hal-hal tersebut antara lain :

    1. Pertama, Nurdiman mengatakan Rapat ini merupakan salah satu Fungsi Pengawasan yang harus dilakukan Komisi III karena memang komisi ini di bidang hukum. (dalam hati bertanya konteks mana yang harus diawasi sebenarnya oleh komisi III?) Mungkin pak Nurdiman belum mengerti bahasa Pengawas. Fungsi Pengawas secara umum adalah Mengawasi Pekerjaan yang dilakukan oleh objek yang diawasi yang berkaitan hasil pekerjaan maupun proses melakukan pekerjaan oleh sang objek. Sekali lagi hanya berkaitan dengan Pekerjaannya. Tetapi kalau mengutak-atik hubungan kerja internal diantara objek-objek yang bekerja itu namanya bukan Mengawas tetapi Mencampuri Urusan sang Objek.

 

    1. Kedua, Rapat tersebut dihadiri oleh para mantan Penyidik KPK tetapi dikawal oleh Top Leader Polri dalam hal ini Kabareskrim Polri. Menimbang bahwa yang mengawal saja Top Leadernya Polri berarti urusan ini merupakan urusan serius bukannya sekedar curhat kondisi pekerjaan. Kenapa harus dikatakan atau dibahasakan sebagai Curhat? Lagipula kalau ini Curhat mengapa malah Komisi III yang mengundang? Aneh kan?

 

    1. Status rapat tersebut adalah Rapat Tertutup. Kenapa harus tertutup? Apa yang harus ditutup-tutupi? Umumnya rapat tertutup yang dilakukan DPR adalah rapat pembahasan anggaran maupun rapat-rapat kordinasi internal. Sedangkan ini menyangkut kepentingan Lembaga Negara lainnya. Tidak ada alas an untuk menutup-tutupi dari media maupun masyarakat luas. Dan dengan adanya Status Rapat yang Tertutup ini akan memancing reaksi-reaksi negative dari berbagai kalangan. Sungguh lucu anggota-anggota Komisi III ini. Senang sekali mereka memancing-mancing reaksi-reaksi negative dari masyarakat.

 

    1. Membaca sumber dari Kompas.com diberitakan bahwa Kapolri sendiri tidak mengetahui adanya Rapat Tertutup tersebut. Loh ini bagaimana ceritanya sampai ada rapat anggota-anggota Polri dengan Lembaga Tinggi Negara dan dihadiri oleh Kabareskrim tetapi Kapolri sendiri baru mengetahuinya dari Wartawan?

 

    1. Dari Kompas.com juga yang memberitakan adanya statement dari Ketua Komisi III, I Gede Pasek yang mengatakan bahwa Rapat Tertutup ini dilakukan agar para mantan Penyidik itu tidak kagok dan lebih terbuka bila tidak ada kamera wartawan. Ini pak Pasek ada-ada saja, memangnya anggota Polri kita sama dengan remaja ABG yang punya sifat kagok dan malu-malu dengan wartawan? Sebagai anggota Polri apalagi yang sudah level Penyidik KPK sungguh tidak mungkin masih sungkan berbicara didepan kamera. Seharusnya pak Pasek mengatakan saja bahwa Rapat ini memang tidak perlu diketahui wartawan.

 

  1. I Gede Pasek juga mengatakan bahwa Rapat Tertutup ini bertujuan untuk Mencari Formulasi untuk memperkuat KPK dan Polri. Sekali lagi bahasa pak Pasek ini sulit sekali dipahami secara logika. Bagaimana mungkin ini bisa melakukan penguatan KPKP bila dalam rapat/ dialog tidak melibatkan KPK? Apakah maksud Pasek, KPK tinggal terima bersih saja pelaksanaannya saja sementara DPR dan Polri yang menentukan arahnya?

 

Ketujuh, kedelapan dan seterusnya mungkin banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dikepala-kepala orang dari Sabang sampai Merauke, untuk apa sih Rapat Tertutup DPR dan Mantan Penyidik KPK ini diadakan?

 

Mengingat sebelumnya terjadi konflik antara Polri dengan KPK, kemudian juga adanya konflik DPR dengan KPK, akhirnya tidak akan salah bahwa sebagian besar masyarakat akan menyimpulkan bahwa : Ada sesuatu yang direncanakan oleh Komisi III dan Polri terhadap KPK. Entah baik entah buruk, entah kong kalikong entah king kolang-kaling dan lain-lain sebagainya

 

Dan bila nantinya semakin memburuk saja penilaian masyarakat kepada Komisi III atau kepada Polri, itu salah siapa coba?

 

http://nasional.kompas.com/read/2012/11/23/12284416/Eks.Penyidik.KPK.Curhat.di.DPR.Ini.Tanggapan.Kapolri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s